Ketika kita bisa menjadikan rasa insecure sebagai bahan evaluasi diri dan pembenahan atas ketidaktahuan ataupun ketidakmampuan diri atas suatu hal di masa lalu, untuk perbaikan ke depan.
Insecure boleh-boleh saja.
Tapi ingat tetep kudu bersyukur atas apa yang diberikan Tuhan oleh kita. Jangan insecure tapi tak pandai bersyukur agar tak jadi kufur.
Ketahuilah, semakin kita bersyukur, semakin kita menghargai diri sendiri, dan semakin pula kita mengurangi insecure.
Insecure boleh-boleh saja.
Kalian sering insecure biasanya karena terlalu sering melihat kebahagiaan orang lain. Terutama di sosial media. Padahal itu kulit luarnya saja yang kita lihat. Kita tidak pernah tau bagaimana kehidupan sesungguhnya.
Pahamilah semua orang di dunia ini punya keunikan dan kemampuan yang berbeda-beda.
Jadi gausah minder karena melihat pencapaian yang orang lain torehkan.
Fokus saja sama perbaikan diri kita sendiri.
Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa lebih baik dari diri kita di masa lalu.
Kompetisi yang harus dimenangkan terlebih dahulu yaitu mengalahkan diri sendiri. Kedua yaitu bagaimana kita bisa ajeg mengasah potensi yang kita miliki.
Setelah bisa survive barulah mau berkompetisi dengan siapapun kita sudah punya kekuatan dari dalam. Sehingga diharapkan self-confidence kita ada pada level yang baik, dan dari sini perlahan insecurity mulai berkurang. Pupuk terus diri dengan bersyukur dan terus meningkatkan kualitas diri.
Welcome IN SYUKUR, Goodbye INSECURE!